Jumat, 04 November 2011

Cara Memahami Perasaan Orang Lain

Sering kali kita berfikir bahwa kita sudah mengerti dan memahami orang lain. Namun kadang kita lupa bahwa sesungguhnya apa yang kita pahami tentang mereka belum tentu sesuai. Karena pemahaman itulah yang terkadang menimbulkan kesalah pahaman ( atau kata anak muda zaman sekarang disebut "misunderstanding" ).
Nah disitulah sebab yang sering kali timbul dalam permasalahan. Mereka merasa mengerti dan memahami perasaan orang lain, padahal mereka sendiri belum tentu memahami dirinya sendiri.
So, gimana sih supaya kita bisa memahami perasaan orangn lain???

Untuk memahami perasaan seseorang, kita perlu memperhatikan beberapa hal, seperti: 
1. Memperhatikan Ekspresi Wajah
kenapa harus memperhatikan raut wajah?? karena raut wajah sangat berpengaruh. Apabila raut wajahnya menggambarkan suasana hati yang ceria, maka dengan mudahnya "dia"  ( sebut saja si' teman ) akan bercerita, mau tau kenapa?? karena suasana hati sangat mempengaruhi perilaku, sebagian orang akan sangat mudah dipengaruhi ketika suasana hatinya senang. tapi bagi sebagian orang yag tidak biasa bercerita denagn teman selain teman curhatnya maka akan lebih sulit dipaksanya. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa raut wajah juga media untuk memahami perasaan orang lain.

2. Tingkah laku
Kenapa juga tingkah laku perlu di perhatikan??? Karena dengan tingkah laku juga dapat menggambarkan isi hati orang lain. sebagai contoh, apabila dia  memilih untuk memisahkan diri dari kawanan teman - temannya, dapat bertanda dia sedang membutuhkan untuk sendiri tepatnya untuk berpikir, tetapi apabila dia selalu dekat dengan kawanannya, dan juga selalu menanggapi topik yang sedang dibahas, dapat berarti dia sedang baik - baik saja. Apabila dia memisahkan diri dari kawanannya, sebaiknya kamu langusng memberi rasa perhatian kepadanya agar dia mau bercerita atau merasa lebih baik.

3. Cara Bicara
Cara bicara dapat juga berpengaruh terhadap pemahaman hati, kenapa?? karena dengan bicara juga dapat menggambarkan suasana hati dia. Contoh, ketika dia berbicara sangat jutek atau memebuat pendengar merasa sakit hati, berarti suasana hati dia sedang tidak enak, dan sebaiknya kamu jangan merasa tersakiti oleh perkataannya, tapi apabila dia berbicara lebih lembut, serta disertai dengan memberi perhatian dapat berarti dia sedang merasa bahagia. 

4. Perhatikan emosinya 
Ketika seseorang emosi, logika mereka tidak berjalan, sebaiknya orang yang sedang emosi agak diberi sedikit ruang untuk berpikir, setelah dia merasa lebih baik, barulah kita beri pengertian.

5. Perhatikan Mata
kenapa perlu?? apabila dia hubungannya sudah dekat sekali dengan kita, meskipun dia bohong, kita akan dapat merasakannya. biarpun itu hanya sedikit, jadi mata sangat berpengaruh untuk memahami perasaan. 

6. Rasa Percaya Dia sangat diperlukan
untuk apa? rasa percya dia sangat dibutuhkan karena apabila dia percaya maka dia akan langsung bercerita kepada kamu tentang perasaannya saat itu.

7. Keadaan Sekitar 
keadaan sekitar juga dapat mempengaruhi dia. Karena tidak semua orang ingin bercerita ke orang yang kkurang dikenalnya oleh karena itu tunggulah sampai ruangan sepi dan tenang.

Kamis, 03 November 2011

The secret behind the heart

Manusia adalah makhluk Allah yang paling sempurna, didalam diri manusia terdapat dimensi yang meliputi fisik, intelegensi, emosional, dan spiritual. Pada dasarnya diri manusia itu dikendalikan oleh emosi. Entah itu bahagi, sedih, marah, kecewa, terharu dsb.
Meski ucapan telah keluar dari mulut kita, tetapi belum tentu hati kita berbicara sama dengan apa yang mulut kita bicarakan. Bisa dikatakan bahwa manusia adalah sosok misterius yang menyembunyikan perasaan. Sedekat apapun kita dengan orang lain, meski kita sering berbagi dengannya, selalu bersamanya, bahkan saling melengkapi satu sama lain, namun belum tentu kkita mengetahui apa yang ada dalam hati meski kita saling terbuka. Kita harus tau, setiap orang mempunyai rahasia yang rahasia.

Kita bisa mencintai satu sama lain, menghargai pendapat orang lain, mengerti keinginan orang lain, namun kita tidak mengetahui isi hatinya.